TULUNGAGUNG – Jangan memulai bisnis yang berhubungan dengan elemen api pada tahun Macan Logam sekarang ini. Karena peruntungannya kurang baik. Sebaliknya, disarankan untuk memulai bisnis yang berhubungan dengan kayu dan air.
Hal itu diungkapkan Bingtomo Halim, narasumber seminar sehari Feng Shui yang bertajuk Menyiasati Tahun Macan Logam dan Prospek Bisnisnya kemarin. Seminar Feng Shui yang bertempat di aula Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tjoe Tik Kiong, Tulungagung itu dihadiri sekitar seratus peserta.
“Tahun ini tidak baik untuk mereka yang akan memulai bisnis, khususnya berhubungan dengan elemen api. Yang bagus dan menguntungkan adalah yang berhubungan dengan kayu dan air,” Bingtomo menekankan.
Menurut pakar serta pengajar I Ching, Ba Zi, dan Feng Shui itu, usaha yang berhubungan dengan api misalnya makanan atau restoran, salon, advertising atau periklanan. Sedangkan usaha yang berhubu ngan dengan elemen kayu dan air, misalnya, bidang jasa dan meubel yang bergerak, contohnya desain.
Tahun 2010 ini, ucap pria yang menjadi ketua Paguyuban Penggemar I Ching, Surabaya itu, dilambangkan Macan dan Logam. Macan turun dari gunung, yang artinya datangnya marabahaya. Sedangkan logam, merupakan simbol yang akan meleleh jika terkena api.
Namun, logam akan meneteskan air, dan air akan menyuburkan kayu.
Chandra, pengelola SPBU di Jepun mengatakan, bisnis yang dikelolanya kini berhubungan dengan elemen api. “Sepertinya harus melakukan inovasi dan mempertajam pemasaran,” ungkap eksekutif yang masih berusia 26 tahun ini.
Berbeda dengan Rukiyatiningsih. Wanita usia sekitar 50 tahun tersebut mengaku Feng Shui sangat bermanfaat untuk bisnis anaknya yang bergerak di bidang fashion. “Dengan mendapatkan pengetahuan mengenai Feng Shui, semoga bisa menghindari marabahaya,” cetus wanita yang beralamat di jalan Basuki Rahmat ini. Dia juga menerangkan berdasarkan penghitungan Feng Shui, bidang fashion saat ini menguntungkan jika dijalankan.
Mengenai Feng Shui, Master Of Ceremony seminar yang didatangkan dari Surabaya mengungkapkan hal yang lain. Dirinya mulai tertarik dengan ilmu dari nenek moyangnya negeri China itu. “Sebelumnya aku tidak terlalu paham dengan Feng Shui. Karena Feng Shui berhubungan dengan hal mistik. Namun, setelah mengikuti seminar ini, ternyata unsur logika lebih kental dalam Feng Shui,” jelas Christian Rho yang juga berkarir sebagai pengajar di perguruan tinggi swasta di Surabaya.
Bingtomo mengungkapkan Feng Shui sangat bermanfaat, salah satunya untuk mengetahui apakah pilihan bisnis yang diambil sudah tepat atau belum. “Unsur waktu, relasi, dan tempat sangat mempengaruhi keberhasilan dalam berbisnis,” ungkap pria berusia 63 tahun yang ke China khusus belajar Feng Shui ini.
Feng Shui, berasal dari kata I dan Chi, merupakan ilmu yang mempelajari keseimbangan kosmis. Di mana terdiri dari lima elemen: kayu, api, tanah, logam, dan air. Masing-masing elemen mempunyai sifat instruktif maupun destruktif.
Dalam siklus instruktif, api menghasilkan tanah (debu), tanah menghasilkan logam (mineral), logam meneteskan air (embun), air menyuburkan kayu, dan kayu menghidupkan api.
Menjadi destruktif ketika terjadi siklus api melelehkan logam, logam memotong kayu, kayu merusak tanah, tanah menyerap air, dan air mematikan api.
Sumber: radartulungagung





