Candi Sanggrahan terletak di desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu disebelah Timur + 1,5 km dari jalan Raya arah Tulungagung - Campurdarat. Merupakan Bangunan suci Situs berundak dari Batu Andesit yang beridir diatas baturan (Batu bata dan ukuran tanah ) dengan luas Bangunan + 25 m2 dan tinggi 160 sm dari permukaan tanah sebenarnya. Susunan Candi Sanggrahan berbentuk Bujur Sangkar ( 910 ) terdiri dari kaki, tubuh dan atap dimana bagian luarnya terdiri dari batu bata dan andesit. Adapun bata isian candi terdiri dari batu bata dan batu andesit.
Pada kaki Candi terdapat relief, disebelah kiri tangga masuk terdapat relief binatang berupa harimau bertelingga lebar, sikap jongkok bertumu pada kaki depan menghadap ke pipi tangga. Sebelah kanan tangga masuk terdapat relief harimau bertelinga lebar dalam sikap dan susunan yang sama. Latar belakang Sejarah, menurut Cerita Rakyat versi Sunan Wijoyo Suyono, Candi Saanggrahan dikatakan sebagai tempat untuk beristirahat rombongan pembawa jenazah seorang Ratu Majapahit bernama Tribuana Tunggadewi yang memerintah pada pertengahan abad XIV M yang akan menjadi upacara pembakaran kemudian abu jenazah tersebut disimpan di Candi Boyolangu atau yang dikenal sebagai Candi Gayatri. Prestasi yang pernah diraih, Situs Candi Sanggrahan merupakan Situs Candi terbesih di Jawa Timur.
