
Disamping wisata alam, Kabupaten Tulungagung juga memiliki obyek wisata sejarah, salah satunya adalah Candi Penampehan. Candi Penampehan masih berada di Kecamatan Sendang, tepatnya di desa Geger. Untuk menuju lokasi tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat. Pada Candi berteras yang dilindungi pohon Kalpataru Purba ini, terdapat lempengan prasasti Raja Balitung abad IX yang menyebutkan adanya asrama empat kasta, yakni, patung Kili Suci, Asmorobangun, patung Padi, dan Tirta Amerta yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Candi ini berada ditengah areal Perkebunan Teh, jarak dari Ibu kota Kecamatan Sendang sekitar 8 km. Secara administratif situs Candi Penampehan masuk dalam wilayah Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang. Areal Perkebunan The ini berada dilereng Tenggara Gunung Wilis. Situs ini merupakan sebuah candi berundak teras yang membujur barat - timur. Pada teras pertama, yakni bagian paling bawah terdapat bangunan semacam altar yang disusun dari batuan andesit berdenah lonjong dengan ukuran panjang 5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 1,5 m.Dibagian atas altar berbentuk lojong itu terdapat sebuah prasasti bahan dari batuan andesit berbentuk persegi dengan anka tahun 820 Ç .Selain itu terdapat dua buah arca laki-laki yang di gambarkan seperti wayang sebuah arca Ganesa ; dua buah arca wanita dan sebuah bola batu. Pada teras kedua dibatasi oleh semacam pagar batuan andesit.Selanjutnya melalu sebuah tangga masuk di tengah teras terdapat teras ketiga yakni teras yang paling tinggi,disini terdapat tiga buah bangunan. Bangunan pertama yang berada ditengah teras,tepat didepan tangga masuk,merupaka bagian berbentuk persegi panjang,bahan andesit dan batu bata sebagai isiannya dengan ukurang panjang 9,70 m,lebar 4,90 m dan tinggi 1,10 m. Bangunan ini terbentuk kura-kura raksasa,bahan yang digunakan andesit. Dibagian atas kura-kura raksasa ditemukan sebuah prasasti berangkat tahun 1382 Ç dan sebuah arca tokoh wanita dengan angka tahun 1116 Ç. Disisi kiri teras utama ini terdapat sebuah bangunan berbentuk bujur sangkar. Bangunan perwara berbatua bata yang sudah tidak lengkap namun masih terlihat di bagian kakinya terdapat panil2 berisi relief yang menggambarkan cerita berlakon Binatang, serta relief 2 ekor gajah sedang membajak di sawah. Saat ini candi penampihan digunakan sebagai obyek wisata baik wisatawan dari dalam maupun dari luar kabupaten tulungagung.





