
Reyog Tulungagung ini merupakan gubahan tari rakyat, yang menggambarkan arak – arakan prajurit pasukan Kedhirilaya tatkala mengiring pengantin “ Ratu Kilisuci “ ke gunung Kelud, untuk menyaksikan dari dekat hasil pekerjaan Jathasura, sudahkah memenuhi persyaratan pasang – girinya atau belum. Dalam gubahan Tari Reyog ini barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari.
Yang ingin dikisahkan dalam tarian tersebut ialah, betapa sulit perjalanan yang harus mereka tempuh, betapa berat beban perbekalan yang mereka bawa, sampai terbungkuk – bungkuk, terseok – seok, menuruni lembah – lembah yang curam, menaiki gunung – gunung, bagaimana mereka mengelilingi kawah seraya melihat melongok – longok ke dalam, kepanikan mereka, ketika “ Sang Puteri “ terjatuh masuk kawah, disusul kemudian dngan pelemparan batu dan tanah yang mengurug kawah tersebut, sehingga Jathasura yang terjun menolong “ Sang Puteri “ tewas terkubur dalam kawah, akhirnya kegembiraan oleh kemenangan yang mereka capai.



Pariwisata




