Marmer adalah batuan kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau dolomit. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh mineral kalsit, Kabupaten Tulungagung adalah salah satu penghasil marmer terbesar di Indonesia.
Marmer adalah salah satu deposit galian bahan tambang yang cukup melimpah di Kabupaten Tulungagung dan dapat dipastikan mempunyai prospek pasar yang amat menjajikan, hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral yang menyebutkan bahwa jumlah deposit marmer di Kabupaten Tulungagung ini mencapai 382.050.000 M3 dan hingga saat ini masih berkisar seperempatnya yang telah di eksploitasi. Ini dapat membuktikan bahwa prospek investasi dari galian ini masih amat menjanjikan dan cukup besar kedepannya.
Dari marmer ini, sebagian besar produk olahannya (lantai, ornamen, dan bahan baku traso) dimanfaatkan untuk pasar Indonesia dan sebagian lainnya untuk pasar eksport utamanya adalah Korea Selatan, Jepang , Australia, dan Amerika Serikat.
Deposit marmer ini sendiri dapat dijumpai di Desa Gamping, Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Desa Besole Kecamatan Besuki dengan penyebaran yang cukup luas. Batu marmer merupakan produk primadona bahan tambang KabupatenTulungagung, hal ini dapat dimengerti karena selain di usahakan lebih maju dari pada jenis-jenis tambang lainnya oleh para pengusaha dan pengrajin di Desa Campurdarat dan Gamping Kecamatan Campurdarat, juga dilihat dari deposit yang cukup amat melimpah.
Dilihat dari jumlah deposit yang masih melimpah di Kabupaten Tulungagung ini maka dapat dipastikan untuk kedepannya prospek pasar masih amat menggairahkan, selain itu juga melihat dari semakin meningkatnya permintaan seiring dengan perkembangan industri properti dewasa ini maka tidak heranlah prospek pasarnya masih amat menjanjikan.





