Kebijaksanaan pembangunan peternakan di Kabupaten Tulungagung diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak, meningkatkan kesehatan ternak dan meningkatkan pengolahan pasca panen produk hasil ternak yang mampu memantapkan ketahanan pangan dan gizi dengan mengembangkan atau menggunakan secara optimal potensi wilayah masing masing sesuai komoditas yang tersedia. Topografi Kabupaten Tulungagung serta wilayahnya memungkinkan kelangsungan usaha peternakan. Kondisi tanah dan agroklimat di wilayah pegunungan (Sendang, Pagerwojo, Rejotangan) sangat mendukung pertumbuhan berbagai jenis rumput, sehingga cocok untuk pemeliharaan sapi potong, sapi perah, dan kambing/domba. Sedangkan wilayah kapur di bagian selatan Kabupaten Tulungagung, para petani mengalami kendala kekeringan dalam budidaya rumput unggul. Oleh karena itu pengembangan peternakan di wilayah kapur harus memperhitungkan alternative teknologi pakan yang tidak tergantung pada hijauan. Pemahaman masyarakat selama ini terhadap budidaya peternakan ruminansia (sapi, domba / kambing) selalu dikaitkan dengan keharusan penyediaan pakan hijauan. Atas dasar pola pikir yang demikian, maka pengembangan peternakan terhambat hanya karena pembatasannya, ketergantungannya terhadap pakan hijauan. Teknologi pakan alternatif yang sekarang berkembang yakni dengan Complete Feed (pakan dengan kandungan gizi lengkap), maka ketergantungan ternak terhadap pakan hijauan mampu teratasi. Untuk mewujudkan peternakan yang tangguh di Kabupaten Tulungagung maka pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diintensifkan antara lain untuk meningkatkan jumlah populasi dan mutu ternak, mutu daging, telur, susu dan hasil ternak lainnya yang didukung oleh penyediaan pakan, pemeliharaan veterinary disertai permodalan, penyuluhan dan penyediaan sarana dan prasarana usaha peternakan.



